Silahkan Klik Disini untuk yang mau mengetahui tentang pembahasan latihan soal ukuran dispersi.
Filed under: AMIK BSI, Statistika Deskriptif | Tinggalkan sebuah Komentar »
Silahkan Klik Disini untuk yang mau mengetahui tentang pembahasan latihan soal ukuran dispersi.
Filed under: AMIK BSI, Statistika Deskriptif | Tinggalkan sebuah Komentar »
Silahkan klik disini untuk mahasiswa yg ingin mengetahui pembahasan latihan soal ukuran gejala pusat data dikelompokkan.
Filed under: AMIK BSI, Statistika Deskriptif | 1 Komentar »
Silahkan klik disini untuk yang gertarik dengan materi ini.
Filed under: AMIK BSI, Statistika Deskriptif | Tinggalkan sebuah Komentar »
Berikut ini pembahasan latihan soal Ukuran Gejala Pusat Data belum dikelompokkan untuk NIM dengan digit terakhir Genap. Silahkan klik disini untuk yang tertarik dengan materi ini.
Filed under: AMIK BSI, Statistika Deskriptif | Tinggalkan sebuah Komentar »
Sumber: http://support.microsoft.com/kb/306126/id-id
Artikel ini menjelaskan cara mempersiapkan dan menggunakan fitur Internet Connection Sharing dalam Microsoft Windows XP. Dengan Internet Connection Sharing, Anda dapat menggunakan komputer yang memiliki jaringan untuk berbagi sambungan tunggal ke Internet.
Cara menggunakan Internet Connection Sharing
Menggunakan Internet Connection Sharing untuk berbagi sambungan Internet, komputer host harus memiliki adapter jaringan yang telah dikonfigurasi untuk menyambungkan ke jaringan internal, dan satu adapter jaringan atau modem telah dikonfigurasi untuk menyambungkan ke Internet.
Pada komputer host
Pada komputer host, ikuti langkah-langkah untuk berbagi sambungan Internet:
Saat Internet Connection Sharing aktif, adapter LAN akan disetel untuk menggunakan IP
alamat 192.168.0.1. Komputer Anda bisa saja kehilangan konektivitas dengan komputer lainnya di
dalam jaringan. Apabila komputer lainnya memiliki alamat IP yang tetap, sebaiknya disetel
untuk memunculkan alamat IP secara otomatis. Anda yakin ingin mengaktifkan Internet
Connection Sharing?
Sambungan ke Internet dibagi ke komputer lainnya pada jaringan area lokal (LAN). Adapter jaringan yang disambungkan ke LAN telah dikonfigurasi dengan alamat IP tetap 192.168.0.1 dan penutup subnet 255.255.255.0
Untuk menyambungkan ke Internet dengan menggunakan sambungan terbagi, Anda harus mengkonfirmasi konfigurasi IP adapter LAN, kemudian mengkonfigurasi komputer klien. Untuk mengkonfirmasi konfigurasi IP adapter LAN, ikuti langkah-langkah berikut ini:
Catatan Anda juga dapat menetapkan alamat IP tetap tertentu di dalam kisaran 192.168.0.2 sampai 192.168.0.254. Contohnya, Anda dapat menetapkan alamat IP tetap, penutup subnet, dan gateway default berikut ini:
Untuk mengkonfigurasi komputer klien agar dapat menggunakan sambungan Internet terbagi, ikuti langkah-langkah berikut ini:
Sekarang saat Anda menjalankan Microsoft Internet Explorer, komputer klien akan mencoba menyambungkan ke Internet dengan menggunakan komputer host dengan sambungan Internet yang terbagi.
Filed under: STMIK Nusa Mandiri | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Rahmadya Trias H., ST, MKom & Herlawati, S.Si, MM.
Selama bertahun-tahun, dikenal MySQL server sebagai sistem basis data dengan Connecter /J JDBC Driver-nya yang bersifat open source bersama dengan software database lainnya seperti mSQL dan PostgreSQL. Sedangkan perusahaan besar yang memiliki dana yang cukup untuk membeli lisensi menggunakan Microsoft SQL Server atau ORACLE, dan Microsoft Access atau database Foxpro untuk kelas menengah.
Sekarang, dengan meningkatnya penggunaan internet, aplikasi berbasis open source makin diminati. Kemampuannya pun cukup memadai dalam menangani pengelolaan database dengan fungsi-fungsi yang lumayan lengkap. Dan yang terpenting adalah database open source cenderung mudah dirawat karena sistemnya yang transparan.
RDBMS
Diantara ODBMS (Object Database Management Systems), ORDBMS (Object Relational Database Management Systems) dan RDBMS (Relational Database Management Systems), RDBMS paling banyak digunakan karena alur logikanya yang sederhana dan cocok untuk sistem yang membutuhkan integrasi, multi user dan konsisten. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang diperoleh jika menggunakan RDBMS sebagai sistem basis data.
1. Multi User Access
Multi User berarti mengijinkan lebih dari satu user mengakses tabel yang sama. Untuk menghindari kesalahan akibat ketidakkonsistenan dibutuhkan strategi penguncian saat seorang user merubah database. Dengan RDBMS strategi penguncian sangat lengkap dibandingkan sistem flat file (comma atau tab-separated) yang hanya menggunakan single lock. Single lock mengakibatkan antrian yang lama saat seorang user akan merubah (insert/edit) data.
2. Storage Transparancy
Transparansi storage sangat menguntungkan karena software aplikasi tidak perlu tahu bagaimana sistem basis data menyimpan data secara fisik. Sehingga jika lokasi tempat penyimpanan data barubah tidak perlu merubah software aplikasinya. Transparansi storage sangat dibutuhkan untuk sistem yang membutuhkan protokol jaringan dalam bekerjanya.
3. Transaction
Ketika lebih dari satu user yang akan mengakses database kita, maka dikatakan seorang user untuk melakukan transaksi. Untuk menjelaskan contoh transaksi, ada baiknya mengambil sampel sistem perbankan. Misalnya dua orang yang melakukan join account dan tiap orang bisa melakukan transaksi, katakanlah penarikan tunai Rp. 20 juta. Diperlukan testing yang dinamakan ACID test, singkatan dari Atomicity, Concistency, Isolation and Durability. MySQL belum memenuhi syarat test ACID, akan tetapi setelah dimunculkannya fungsi new BDB dan InnoDB tables type, MySQL memenuhi syarat test ACID.
4. Sortir, Modifikasi dan Analisa Data
Tanpa ada fungsi tambahan, misalnya dalam flat file, diperlukan waktu yang lama untuk mensortir, misal dengan algoritma B-trees, hashes dan sebagainya. Sedangkan dengan RDBMS kita dengan mudah memanfaatkan fungsi indexing (sebagai informasi, Windows 7 saat ini telah menggunakan fungsi idexing dalam mencari suatu file). Intinya, dengan RDBMS kita telah diberikan fasilitas untuk menangan seluruh fungsi sortir, modifikasi dan analisa data.
5. Ad Hoc Queries
Ad Hoc Queries dibutuhkan saat kita akan menerima data dengan parameter tertentu. Flat file tida bisa digunakan karena tiap data memiliki karakteristik yang berbeda. Kebanyak RDBMS menggunakan standar Structure Query Language (SQL) dalam mengakses databasenya. SQL mengintruksikan “apa” data yang akan diolah bukan “bagaimana” mengolah datanya.
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
saat ku harus bersabar dan trus bersabar
menantikan kehadiran dirimu
entah sampai kapan aku harus menunggu
sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
kadang kuberpikir cari penggantimu
saat kau jauh disana
ooo…
*)
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga
entah penantianku takkan sia-sia
dan berikan satu jawaban pasti
entah sampai kapan aku harus bertahan
saat kau jauh disana rasa cemburu
merasuk kedalam pikiranku melayang
tak tentu arah tentang dirimu
apakah sama yang kau rasakan
reff:
walau raga kita terpisah jauh
namun hati kita selalu dekat
bila kau rindu pejamkan matamu
dan rasakan a a a aku
kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
terhapus ruang dan waktu
percayakan kesetiaan ini
akan tulus a a ai aishiteru
Bridge:
hapus sendiri pikiran melayang terbang
perasaan resah gelisah
jalani kenyataan hidup tanpa gairah
o…uo..
banyak segala misi dan ambisimu
akhiri semuanya cukup sampai disini
dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
kumohon kau kembali
kembali ke *)
Filed under: Hobiku | Tinggalkan sebuah Komentar »
untuk mahasiswa yang menginginkan materi tambahan mengenai ukuran gejala pusat data dikelompokkan silahkan klik di sini
Filed under: Statistika Deskriptif | 1 Komentar »
untuk mahasiswa yang ingin mendapatkan materi tambahan mengenai ukuran gejala pusat data dikelompokkan silahkan Klik Disini
Filed under: Statistika Deskriptif | Tinggalkan sebuah Komentar »

Filed under: Hobiku | 1 Komentar »